Sejarah Desa

  • Dibaca: 1934 Pengunjung

Tidak ada sumber primer yang menjelaskan sejarah awal keberadaan Desa Dawan Kaler. Sejarah Desa Dawan Kaler hanya dipahami dari cerita lisan yang disampaikan secara turun temurun dari generasi ke generasi.  Dari cerita-cerita lisan itu diyakini bahwa Desa Dawan Kaler termasuk salah satu desa yang keberadaanya sudah cukup tua. Desa Dawan Kaler diperkirakan sudah ada pada masa-masa berdirinya Kerajaan  Klungkung .         

 Tersebutlah kisah sebuah bukit membujur dari selatan ke utara yang terletak di perbatasan antara daerah Kabupaten Karangasem dengan Kabupaten Klungkung.

Bentuk Bukit tersebut memanjang yang disebelah selatan ditumbuhi bambu buluh sehingga disebut bukit Buluh. Yang diatasnya terdapat Bukit Mastapa. Yang selanjutnya berhubungan ke utara semakin tinggi dengan puncaknya di utara yang disebut dengan bukit Abah yang juga mengandung arti Bapak atau Guru.

            Selanjutnya agak menurun sedikit dari arah Timur Laut ke Selatan nampak bukit yang tidak terlalu panjang. Dibawahnya terdapat pondok-pondok berjajar yang letaknya memanjang sehingga disebut Dawa yang berarti panjang, yang pada akhirnya sebutan Dawa menjadi Dawan, karena berati panjang maka sebutan Desa Dawan dibedakan menurut letaknya:  Dawan Utara ( Kaler), Dawan Tengah dan Dawan Klod.

             Sesuai dengan apa yang termuat dalam prasasti I Gusti Kladian selanjutnya tersebutlah bahwa dipuncak bukit Abah  ada Pesraman seorang pendeta sakti yang bernama Ida Pedanda Sakti Abah. Di tempat tersebut hingga kini masih terdapat bukti-bukti ada pelinggih, tempat beliau memuja dengan dikelilingi taman bunga dan Telaga tempat permandian atau pesucian ( Permandian).

             Dan selanjutnya diceritakan saat pemerintahan Ida Dalem Dimade di Puri Gelgel, datang menghadap pengungsi dari Dlod Besakih meninggalkan Daerah kekuasaanya karena dikalahkan dalam Peperangan oleh I Gusti Panji Sakti dari Den Bukit (Buleleng). Kedatangannya menghadap Ida Dalem menceriterakan tentang peristiwa yang dialami, sehingga Ida Dalem menaruh perhatian atas hormatnya sebagai  Kubayan ( Penguasa di Desa Dawan ),

             Setelah itu pada suatu saat terjadi Pembrontakan I Gusti Agung Maruti terhadap Ida Dalem  di Gelgel, sehingga Raja Gelgel  terpaksa mengungsi ke Sidemen yang  akhirnya untuk menghadapi pembrontakan tersebut datang menghadap Kubayan Kuta Panjangan kepada Ida Dalem dimana mereka sudah siap dengan Prajurit yang mempergunakan tanda topi kukusan ( capil saingan ) dan tombak beroncer daun jagung.

              Begitu pula pada waktu terjadi serangan dari I Gusti Jelantik dari Karangasem ke Gelgel pada akhirnya dapat digagalkan  oleh Kubayan Kuta Panjangan, kerena telah dihadang dengan duri belatung disertai dengan pemondokan Prajurit yang memanjang sehingga tempat itu disebut  Pondok Dawa.

               Atas kesetiaan serta  jasa-jasanya, Raja menghadiahkan sebidang sawah yang terletak dibukit  Sambong yang berarti Perahu karena disebelahnya dikelilingi air sehingga nampak seperti perahu ditengah air.

Setelah Kubayan Kuta Panjangan  menetap sebagai penguasa di wilayah Dawan pada hari baik Selasa Kliwon Raja Gelgel datang ke  Desa Dawan.

Akan tetapi pada saat kedatangan beliau ke Dawan belum ada bangunan yang layak untuk tempat beristirahat seorang Raja, maka beliau beristirahat diatas bukit di sebelah Timur Desa Dawan. Di tempat peristirahatan di atas bukit Kubayan Kuta Panjangan menceriterakan bahwa ada  di bukit Abah tinggal Berasrama seorang Pendeta yang bernama Ida Pedanda Sakti Abah, sehingga diutuslah Kubayan Kuta Panjangan untuk memanggil sang Pendeta untuk menghadap Raja. Pada saat Sang Pendeta menghadap Raja beliau membawa tongkat yang ditancapkan ditempat beliau menghadap Raja.

Akhirnya dari sejak pertemuan tersebut Raja memerintahkan agar di tempat pertemuan dibangun pelinggih Pariyangan dengan ditetapkan hari upacara setiap Budha Umanis Medangsia dimana Ida Dalem datang menghaturkan sembah.

Sedangkan Tongkat Ida Pedanda Sakti Abah yang ditancapkan pada saat menghadap Raja ternyata tumbuh menjadi sebatang pohon asem yang akhirnya berbuah Linglang, yakni buah di sebelah Utara terasa asam dan buah pada cabang di sebelah Selatan terasa manis. Mulai saat itulah Bukit tersebut disebut Bukit Lingga karena tempat itu merupakan  Lingga atau Lungguh tempat duduk Raja berbincang-bincang  dengan Sang Pendeta yang menancapkan Tongkat yang tumbuh menjadi sebatang pohon asem dimana dibawah pohon asem tersebut dibangun pelinggih yang dinamakan pura Bukit Lingga yang menjadi Penyungsungan Desa Adat Dawan.

          Sehingga nama Bukit Lingga dapat dikatakan perpaduan Lingga berarti Linggih Raja beristrirahat dan Lingga berlambang Tongkat yang ditancapkan oleh Ida Pedanda Sakti Abah tumbuh menjadi sebatang pohon Asem.

          Tersebutlah Kuta Panjangan telah cukup lama berkuasa diwilayah Desa Dawan sekitar tahun Icaka l500 ( tahun l578 M ) terjadi wabah yang menyerang  warga Desa Dawan Lor ( bagian Utara ) sehingga sampai lebih banyak yang mati dari yang masih hidup. Sedangkan tempat menguburkan mayat cukup jauh sebelah Selatan, sehingga menyulitkan untuk menguburkan karena hebatnya serangan wabah. Pada saat mengusung mayat terjadi satu peristiwa yang amat aneh dengan tak terduga-duga  Paga ( alat pengusungan  ) kebes ( terbelah )  sehingga mayat terpaksa dikuburkan ditempat kejadian tersebut.Sejak terjadi peristiwa kebes tersebut Dawan Lor ( Utara ) memisahkan diri dengan Dawan Selatan yang akhirnya Dawan itu disebut  Desa Besan, karena Kebesan ( serpihan ) dari Desa Dawan.

  Demikian pula dengan Desa Dawan Selatan terjadinya Kebes akibat bencana wabah dalam perkembangan selanjutnya terpecah menjadi dua Desa Dawan, Kubayan Kuta Panjangan yang nama sebenarnya I Gusti Tanggan berputra dua orang masing-masing yang sulung bernama I Gusti Wayan Besan, diberikan memegang kekuasaan di Dawan Kaler dan adiknya yang bernama I  Gusti Nengah Sebetan diberikan memegang kekuasaan di Dawan Klod.

   Sejak itulah Desa Dawan terbagi menjadi dua Desa, namun meskipun demikian dua Desa tersebut masih menjadi satu Desa Adat.Sedangkan Desa Besan terpisah menjadi Desa Adat dan Desa Dinas tersendiri sejak tahun l613-1691 masehi,saat mulai dibangunnya Pura Puseh, Pura Bale Agung. Sehingga dengan uraian diatas jelas disebutkan Desa Dawan karena dari awal mula tinggalnya orang-orang di wilayah ini membangun pondok-pondok memanjang dibawah kaki bukit yang membujur ke selatan ke utara.

   Demikianlah dapat diungkapkan kembali sejarah tentang Desa Dawan yang serba singkat dengan cara penyusunan yang sangat sederhana dan sudah tentu masih kurang sempurna.   di mana pembuktian tersebut dapat dilihat dari beberapa Pura yg merupakan peninggalan Puri Klungkung dan termasuk juga adanya Pesanggrahan Raja Klungkung ada di Desa Dawan Kaler

Nama Dawan Kaler  diambil dari Suku Kata “ DAWA” yg berarti Panjang dimana hal tersebut mewakili Gugusan Bukit yg memanjang dari selatan sampai Utara dan melingkar ke timur dan kata  “ KALER ” yang berarti berada dibagian utara dimana di bagian selatan ada Desa Dawan Klod.  Sehingga kaitan Desa Dawan Kaler dan Desa Dawan Klod merupakan satu kesatuan komunitas masyarakat dalam Adat Istiadat .

Jejak tambahan yang bisa ditemukan  bahwa dari awal adanya Desa Dawan Kaler hingga sekarang, Desa Dawan Kaler  telah dipimpin oleh 7 ( Tujuh ) Perbekel /Kepala Desa.

 Perbekel/Kepala Desa tersebut bisa disebutkan secara berurutan sebagai berikut:

1.    Gst Nym Tegeg                                   ( Kayehan ) 

2.    Ida Bagus Gede Muda                       ( Metulis )       1955 - 1963

3.    I Made Kaler                                         ( Metulis )       1963 - 1965

4.    Ida Bagus Parsa                                  ( Pasekan )     1967 - 1984

5.    I Putu Darpa                                         ( Metulis )        1984 - 2001    

6.    Ir. I Ketut Supartha                               ( Metulis )        2002 - 2005

7.    I Kadek Sudarmawa , SH                    ( Metulis )        2006 - sampai sekarang

Jejak-jejak pembangunan desa mulai bisa dilihat dan diketahui pada masa kepemimpinan Ida Bagus Parsa.  Ida Bagus Parsa memimpin Desa Dawan Kaler mulai tahun 1967 sampai dengan 1984.  Pada masa kepemimpinan Ida Bagus Parsa beberapa hal dapat dibangun, dan yang paling mencolok adalah :

  1. Pembangunan Jalan dan Jengkuung tukad kangin
  2. Pembangunan SD Negeri 1 Dawan Kaler
  3. Pembangunan Lapangan Umum Jaketebel

Pada tahun 1984, kepemimpinan Ida Bagus Parsa diganti oleh I Putu Darpa yang menjadi Kepala Desa.  I Putu Darpa memimpin selama dua periode kepemimpinan, mulai tahun 1984 sampai dengan tahun 2001.  Pada masa kepemimpinan I Putu Darpa,  pembangunan yang mencolok adalah :

1.      Renovasi Jembatan Tukad Kangin

2.      Pembuatan Jalan Jaketebel - Pengumbang

3.      Pembangunan Kantor Kepala Desa

4.      Pembangunan SDN 2 Dawan Kaler melalui inpres

5.      Pembangunan TK Budi Utama Dawan Kaler

6.      Pembangunan tangga menuju Pura Bukit Lingga melalui AMD

7.      Pembangunan Candi Batas Desa

Setelah I Putu Darpa , kepemimpinan selanjutnya diteruskan oleh Ir. I Ketut Supartha.  Ir. I Ketut Suparta menjadi Kepala Desa Dawan Kaler melalui pemilihan Kepala Desa Dawan Kaler dan dilantik oleh Bupati  Klungkung, Beberapa kegiatan pembangunan yang dilaksanakan pada masa kepemimpinan Ir. I Ketut Supartha dari tahun 2002 sampai dengan 2005 adalah sebagai berikut :

1.    Rehab Kantor Kepala Desa Dawan Kaler

2.    Pembangunan Gedung TK melalui PPK

3.    Pembangunan Tangga menuju menuju Pura Tirta Bima melalui PPK

4.    Pengaspalan Jalan Bendoel Tirta Bima

Setelah berakhirnya masa kepemimpinan Ir. I Ketut Supartha dilanjutkan oleh I Kadek Sudarmawa, SH yang merupakan juga hasil dari pemilihan dan dilantik langsung oleh Bupati  Klungkung pada tgl 22 November 2006. Mulai Kepemimpinan I Kadek Sudarmawa ,SH semakin Terlihat Geliat Pembangunan Desa, karena pembangunan  dilakukan melalui berbagai macam sumber pendanaan, mulai dari swadaya masyarakat,  Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa ( APB Desa), Alokasi Dana Desa (ADD), Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten, dan sebagainya.

Beberapa kegiatan Pembangunan pada masa kepemimpinan I Kadek Sudarmawa, SH Periode Thn 2006 – 2012 adalah :

  1. Pembangunan Pasar Desa melalui PPKM
  2. Pembangunan Pura Walang Tamak
  3. Trotoarisasi
  4. Normalisasi Jengkuung Tukad Kauh
  5. Rabat Gang
  6. Pembangunan Jembatan akses alternatif di tiga lokasi
  7. Normalisasi  Jembatan Jaketebel Pengumbang
  8. Pengaspalan jalan TPA Tengkade
  9. Pembukaan jalan Swadaya Usaha Tani di Abyan Kauh
  10. Pembangunan Sumur Bor melalui kementrian ESDM
  11. Pembukaan Badan Jalan Gunung Besan melalui TMMD dan swadaya
  12. Pembukaan Jalan tembus Dangin Sabang Tengkade
  13. Pembangunan LPJU Tengkade
  14. Pembangunan LPJU Jaketebel Pengumbang
  15. Penetapan Tapal Batas
  16. Bedah Rumah Provinsi 1 unit
  17. Pembangunan Pura Tirta Bima dan Pura  Pengulu
  18. Pembangunan Br. Metulis , Renovasi Br. Pasekan , Pembangunan Br. Kayehan
  19. Drainase Pengumbang Jaketebel 100 m
  20. Pembangunan Bumdes dan Pengembangan Usaha Ekonomi Masyarakat
  21. Hibah peningkatan Gapoktan
  22. Simantri
  23. Gerbang Sadu
  24. Pembangunan Los Kios Desa
  25. Program Pemberdayaan Masyarakat
  26. Optimalisasi Pelayanan Administrasi
  27. Peningkatan Kwalitas Perumahan Swadaya 30 unit
  28. Bedah Rumah

 

Tabel 1.

Kegiatan Pembangunan yang didanai dari APBN, APBD Provinsi dan APBD Kabupaten Tahun 2007 - 2012

 

No.

Jenis Kegiatan

Tahun

Besarnya Anggaran

Rp.

Sumber

1.

Pembangunan Pasar Desa

2007

205.000.000,-

APBN

PPKM

2.

Trotoarisasi wilayah Banjar Dinas Kayehan

2008

120.000.000,-

APBD Kab

3.

Peningkatan LPJU Banjar Dinas Kayehan

2008

-

APBD Kab.

4

Normalisasi Jembatan dan Drainase jalan Jake tebel

2008

180.000.000,-

APBD Kab

4.

Pembangunan Pura Tirta Bima

2008

50.000.000,-

APBD Kab

5.

Pembangunan Pura Walang Tamak

2009

150.000.000,--

APBD Kab

6.

Pembukaan jalan tembus tengkade dangin sabang

2009

100.000.000,-

APBD kab

7.

Pengaspalan Jalan Tengkade

2009

50.000.000,-

APBD Kab.

8.

Pengaspalan dan normalisasi Jembatan Tengkade

2010

150.000.000,-

APBD Kab.

9.

Pembangunan Pura Penghulu

2010

100.000.000,-

APBD Kab.

10.

Pembangunan Sumur Bor

2012

350.000.000,-

APBN

11.

Peningkatan Kwalitas Perumahan swadaya

2012

180.000.000,-

APBN

12

Bedah Rumah 1 unit

2012

20.000.000,-

APBD Prov

Sumber : Profil Desa Dawan Kaler 2012

Tabel 2.

Kegiatan Pembangunan yang didanai dari  PNPM

Tahun 2008 - 2012

 

No.

Jenis Kegiatan

Tahun

Besarnya Anggaran Rp.

Sumber

A.

Kegiatan Fisik

 

 

 

1.

Betonisasi Gang

2008

Rp. 56.000.000,-

PNPM

2.

Pembuatan MCK / Jamban

2008

Rp. 40.000.000,-

PNPM

3.

Rehab Rumah

2008

Rp. 40.500.000,-

PNPM

4.

Betonisasi Gang

2009

Rp. 85.955.000,-

PNPM

5.

Pembuatan Jamban

2009

Rp. 15.545.000,-

PNPM

6.

Pembuatan Jembatan

2010

Rp. 28.500.000,-

PNPM

7.

Pembuatan Jembatan

2010

Rp. 38.500.000,-

PNPM

8.

Gerobak Sampah

2010

Rp.   9.000.000,-

PNPM

9.

Pembuatan MCK

2011

Rp. 13.500.000,-

PNPM

10.

Pembuatan MCK

2011

Rp. 13.500.000,-

PNPM

11.

Pembuatan Jalan Setapak

2011

Rp. 25.000.000,-

PNPM

12.

Pembuatan MCK17 Unit

2012

Rp. 57.000.000,-

PNPM

13.

Rehab Jamban

2012

Rp.  5.300.000,-

PNPM

14.

Rehab Permandian

2012

Rp. 17.500.000,-

PNPM

15.

Pembuatan MCK 22 unit

2012

Rp. 77.000.000,-

PNPM

16.

Rehab MCK 7 Unit

2012

Rp. 20.500.000,-

PNPM

17.

Rabat Gang

2012

Rp. 24.000.000,-

PNPM

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

B.

Kegiatan Sosial

 

 

 

1.

Pelatihan pembuatan jajan

2008

Rp.   5.000.000,-

PNPM

2.

Pelatihan Ukir

2008

Rp. 14.500.000,-

PNPM

3.

Pelatihan Komputer

2009

Rp. 14.500.000,-

PNPM

4.

Pengadaan Meja Posyandu

2011

Rp.   9.000.000,-

PNPM

5.

Pelatihan menjahit border

2012

Rp.  9.200.000,-

PNPM

 

 

-

 

 

 

 

 

 

 

C.

Kegiatan Ekonomi

 

 

 

1.

Ekonomi Bergulir Simpan Pinjam UPK

2008

Rp. 39.000.000,-

PNPM

2.

Ekonomi Bergulir Simpan Pinjam UPK

2009

Rp. 29.000.000,-

PNPM

3.

Ekonomi Bergulir Simpan Pinjam UPK

2010

Rp. 19.000.000,-

APBN

4.

Ekonomi Bergulir Simpan Pinjam UPK

2011

Rp.   9.500.000,-

PNPM

5.

Ekonomi Bergulir Simpan Pinjam UPK

2012

Rp. 18.500.000,-

PNPM

6.

Ekonomi Bergulir Simpan Pinjam UPK

2012

Rp.  3.000.000,-

PNPM

7.

Ekonomi Bergulir Simpan Pinjam UPK

2013

Rp. 30.000.000,-

PNPM

 

 

 

 

 

Sumber : Sekretariat BKM Sanjiwani

 

Tabel 3.

Kegiatan Pembangunan yang didanai dari ADD

Tahun 2013-2014

 

No.

Jenis Kegiatan

Tahun

Besarnya Anggaran Rp.

Sumber

1

Perbaikan Gambelan Gong Desa

2013

Rp. 15.000.000,00

ADD

2

Pembinaan Sekehe Gong dan Tari  Anak-anak

2013

Rp. 8.000.000,00

ADD

3

Oprasional untuk Pecalang

2013

Rp. 2.000.000,00

ADD

4

Pembinaan Sekehe Gong untuk PKK

2013

Rp. 2.000.000,00

ADD

5

Oprasional Poskesdes

2013

Rp. 2000.000,00

ADD

6

Bantuan buat banjar untuk memotivasi kegiatan gotong royong 4 Banjar Dinas

2013

Rp.     4.000.000,00

ADD

7

Penataan TPS ( Tempat Pembuangan Sementara )

2013

Rp.     3.000.000,00

ADD

8

Oprasional Kader Posyandu 4 Banjar Dinas

2013

Rp.     2.000.000,00

ADD

9

Oprasional PAUD

2013

Rp.     2.000.000,00

ADD

10

Oprasional Hansip

2013

Rp.     2.000.000,00

ADD

11

Pembelian satu unit Laptop untuk Profil Desa dan pemberian Honor Petugas Pendataan

2013

Rp.   17.160.000,00

ADD

12

Pembangunan Los dan Kios di Banjar Kayehan

2013

Rp.   41.787.944,36

ADD

13

Sekehe Ratu Gede untuk biaya perbaikan tapakan ida betare sakti

2014

Rp.   40.000.000,00

ADD

14

Upah Tenaga kebersihan 2 orang ,sopir Rp. 700.000x12bln, tukang angkut Rp. 650.000x12bln

2014

Rp.   16.200.000,00

ADD

15

Oprasional Poskesdes

2014

Rp.     2.000.000,00

ADD

16

Oprasional Paud

2014

Rp.     2.000.000,00

ADD

17

Pembangunan Los dan Kios Tahap II di Banjar Kayehan

2014

Rp.   62.609.776,86

ADD

18

Pembelian Pakaian untuk Hansip

2014

Rp.     7.500.000,00

ADD

Sumber : APBDes Dawan Kaler 2012

 

 

 

Tabel 4.

Bantuan dari Pemerintah Pusat , Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten yang diterima selama kurun waktu Tahun Anggaran 2007 - 2013

 

No.

Jenis Kegiatan

Tahun

Besarnya Anggaran Rp.

Sumber

1

Pembangunan Pasar Desa

2007

Rp.   205.000.000,-

PPKM

2

Bantuan utk 2 PAUD Rintisan

2010

Rp.     50.000,000,-

APBD Prov

3

Bantuan Sumur Bor dari KESDM

2012

Rp.   350.000.000,-

APBN

4

Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya dari Kemenpera sebanyak 30 KK

                    Sebanyak 73 KK

 

2012

2013

 

Rp.   180.000.000,-

Rp.   547.500.000,-

 

APBN

5

Bantuan Pembangunan Pura Penghulu dari KEMENAG

2013

Rp      25.000.000,-

APBN

Sumber : Profil Desa Dawan Kaler 2012

            Demikian sejarah pembangunan Desa Dawan Kaler hingga tahun 2013. Namun kegiatan pembangunan di atas belum termasuk kegiatan pembangunan yang dilakukan melalui swadaya murni masyarakat. 

  • Dibaca: 1934 Pengunjung